Saturday, 28 February 2015

Langkah awal dalam perencanaan keuangan dan pra-syarat dalam berinvestasi

2 Langkah Awal Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga dan Berinvestasi :
1. Bersihkan diri dari hutang dan jangan suka berhutang. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk menjauhi hutang sampai-sampai orang yang berhutang (dan kesulitan dalam melunasinya) adalah termasuk orang yang perlu dikasihani dan salah satu dari golongan yang berhak menerima zakat. Oleh karena itu ayo terus mencoba dan berusaha menjadi orang yang mandiri dan "merdeka" dari hutang.
2. Jangan sampai lebih besar pasak dari pada tiang. Kurangi  pengeluaran sedemikian rupa sampai pada kondisi pendapatan (seberapa pun besar/kecilnya) harus lebih besar dari pada pengeluaran dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun.
Catatan :
- Banyak yang bilang sulit, biasanya bukan karena kecilnya pendapatan tetapi adalah karena sulitnya mengontrol pengeluaran.
- Batasi pengeluaran hanya untuk yang benar-benar esensial dan dibutuhkan, bukan untuk memenuhi keinginan. (bukankah akan menjadi lebih mudah mempertanggungjawabkan penggunaan uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari pada yang digunakan untuk memenuhi keinginan/hawa nafsu, :-)..)
- Kecuali untuk biaya pendidikan dan berbagi kepada orang lain yang membutuhkan, (untuk kedua hal ini tetap diusahakan yang terbaik).
Salam

Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan (financial planning) adalah mengajarkan kita untuk bijak dalam menggunakan uang dan mengurangi "ketergantungan" pada uang yang pada akhirnya kita jadi mengerti bahwa hidup ini bukanlah semata-mata uang, namun uang adalah cukup sekedar menunjang hidup. Sedangkan orang yang tanpa perencanaan keuangan yang baik biasanya justru selalu sibuk bekerja keras dan menghabiskan waktunya untuk terus mencari uang dan mengejar materi.

5 Karakter (sifat-sifat) Seorang Investor

5 Karakter Penting Seorang Investor :
1. Sederhana
Contoh kesederhaan yang ditunjukkan Warren Buffett diantaranya tentang berpakaian "Saya akan tetap mengenakan pakaian yang masih pantas walau sudah lusuh, kecuali kalau sudah robek dan tidak pantas lagi digunakan" demikian Warren Buffett. Begitu juga dengan masalah makanan, rumah dan mobil yang ia gunakan juga sederhana.
2. Sabar
Contoh kesabaran seorang investor adalah ia akan menahan saham yang sudah dibeli untuk paling tidak 5 - 10 tahun, sabar menunggu bisnisnya berkembang. Begitu juga kalau mau membeli saham, ia akan sabar untuk terus mempelajarinya dan menunggu sampai harganya wajar.
3. Rasional
Tidak bersikap atas rasa optimisme berlebihan dan "cinta buta", namun sesuai dengan fakta, data dan analisanya.
4. Suka membaca
Warren Buffett menghabiskan waktunya antara 6 - 8 jam sehari untuk membaca.
5. Suka berbagi
Warren Buffet sangat suka berbagi dan mendonasikan hartanya dan malah 99% dari kekayaannya akan disumbangkan untuk amal, karena kasederhaannya, ia tidak memerlukan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Note:
Yang lebih menarik lagi untuk dipelajari/dicermati adalah mengapa seorang investor (yang sukses seperti Warren Buffett dan lainnya) memiliki ke 5 karakter tsb di atas?, apa hubungannya antara seorang investor dengan sifat-sifat : Sederhana, Sabar, Rasional, Suka Membaca dan Suka Berbagi? :-)
Biasanya ke 5 sifat-sifat tsb di atas kita temukan dalam pelajaran akhlaq, tetapi kenapa munculnya kok di pelajaran investasi ya, he..he..he... Inilah alasannya mengapa saya tidak pernah ragu dengan investasi. Karena antara pelajaran akhlaq dengan pelajaran investasi tidak bisa dipisahkan).

Friday, 27 February 2015

Warren Buffett dan Berkshire Hathaway : Emosi adalah sumber masalah

Ternyata Warren Buffett (juga) Pernah Salah Berinvestasi

Berikut kisahnya,
Pada mulanya Berkshire Hathaway adalah perusahaan tekstil yang sangat masyhur yang kemudian menurun dan kesulitan/merugi, akhirnya berubah menjadi perusahaan investasi. Awal hubungan Buffett dengan Barkshire Hathaway adalah ketika ia menanamkan modalnya pada saham perusahaan tekstil tsb thn 1964 dalam jumlah yang tidak banyak. Sebagaimana salah satu kebiasaannya saat itu Buffett sempat mengunjungi management Berkshire yaitu Mr. Stanton. Dalam pertemuan tsb Mr. Stanton melakukan penawaran/berniat membeli saham yang dimiliki Buffett. Setelah dilakukan negosiasi, Buffett meminta harga $11.50 untuk melepas sahamnya. Beberapa minggu kemudian setelah Buffett kembali ke kantornya, ia menerima surat penawaran tender dari Berkshire dengan harga $11.38 (lebih murah dari hasil pembicaraan sebelumnya). Melihat angka tsb Buffett tersinggung dan marah besar, akhirnya ia memutuskan untuk membeli lebih banyak saham Berkshire Hathaway sampai membuat ia berhasil memegang kendali perusahaan. Kemudian hal pertama yang ia lakukan adalah memecat Mr. Stanton. Tentu saja proses pembelian tsb sebenarnya kurang perhitungan dan kurang hati-hati karena tersulut emosi yang akhirnya terbukti Berkshire sebagai perusahaan tekstil terus merugi. "Emosi dapat mempengaruhi dan menyebabkan seseorang berbuat diluar kebiasaan dan tidak rasional" kata Buffett memberi pelajaran.

Itulah transaksi investasi terburuk yang pernah dilakukan Warren Buffett. Kini Berkshire Hathaway tetap dipertahankan namun sebagai perusahaan investasi.

Investasi adalah masalah jangka panjang

Sharing cuplikan dari buku yang sedang di baca tentang investasi :
...Warren Buffett mengajak kita berfikir untuk 10 tahun mendatang, bukan 10 menit ke depan. "Jika anda tidak siap untuk menyimpan saham tersebut selama itu sebaiknya anda jangan pernah  membelinya" demikian kata Buffett...

Thursday, 26 February 2015

Untuk masa depan anak-anak

Selain memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup kepada anak-anak, menurut saya yang terpenting berikutnya adalah memberikan pendidikan yang terbaik dan investasi untuk masa depan mereka. Salam