Friday, 3 April 2015

Hanya membutuhkan satu persiapan

2 kemungkinan dengan 1 persiapan
...dalam berinvestasi saham, ketika saham suatu perusahaan sudah dibeli (walau sudah diperhitungkan termasuk pada harga yang murah bila dibandingkan dengan nilai bisnisnya), tetap saja ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi setelah itu yaitu harga saham itu naik atau malah turun. Tidak perlu ada persiapan apapun yang harus anda lakukan ketika harganya naik (anda cukup berdiam diri saja dan silahkan mengerjakan aktivitas lain kesukaan anda), namun hanya perlu satu persiapan saja yang harus anda lakukan yaitu ketika harga saham itu turun, bersiaplah untuk membelinya lagi dan membelinya lagi dengan harga yang lebih murah, terus beli secara bertahap ketika harga sahamnya terus turun dan baru kemudian anda beristirahat ketika harga sahamnya sudah mulai naik kembali. Itu saja. Sederhana khan. Salam
Note:
Pastikan bahwa perusahaan yang anda beli adalah perusahaan terbaik yang cukup menjanjikan dalam jangka panjang, kuat dari terpaan krisis dan situasi terburuk sekalipun, hanya sedikit hutang, kinerja keuanganya baik, usahanya bertumbuh secara produktif dan assetnya cukup besar.

Sama-sama belajar, saling sharing dan berbagi ilmu

Utamanya account facebook dan blog saya adalah untuk sharing 3 hal : 1). Ngaji (mempelajari agama melalui kitab sucinya), 2). Belajar investasi (khususnya investasi saham secara syariah), dan 3). Berbagi informasi tentang kesehatan. Kalau sekiranya ada sahabat FB yang ingin berdiskusi, saling belajar dan berbagi akan topik-topik di atas, silahkan dan dengan senang hati, dan free karena bisa dilakukan di ruang pertemuan perpustakaan yang juga free, he..he..he. :-), semoga topik-topik diatas menjadi amal baik yang bisa saya lakukan kepada sesama. Saya tidak mengharap balasan dari sesama, namun saya hanya berharap balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin dan Salam

Dividen 2% dan pertumbuhan capital 20% per tahun

Bagi saya, kalau mendapatkan dividen 3% itu sudah cukup tinggi karena ekspektasi saya dari dividen adalah cukup 2% saja, sedangkan pertumbuhan modal awal (capital)-nya cukup sekedar di atas inflasi (sekitar 10% supaya nilai uangnya tidak turun), namun biasanya pertumbuhan capital itu adalah sekitar 15 - 20% per tahun. Toh, saya nggak ikut kerja, nggak ikut mikir, nggak nyusun objective dan strategi dan juga tidak melakukan evaluasi serta people development, etc. (tapi cukup dengan melakukan sedikit analisa nilai bisnisnya, mempelajari managementnya dan mempelajari prospek jangka panjangnya), masak iya ingin keuntungan yang lebih tinggi dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaannya sendiri. Contohnya Indofood, pertumbuhan perusahaannya sekitar 17% per tahun, masak kita yang tidak ikut kerja ini trus menginginkan keuntungan yang lebih dari itu, rasanya kok kurang pas ya (takut nanti disebut serakah, he..he..he..). Toh yang juga penting adalah investasi itu bisa di wariskan / dihadiahkan kepada anak-anak kelak mereka dewasa. Salam
Catatan :
Ada lho perusahaan yang dividen-nya lebih dari 3% dan bisa juga sampai 4% per tahun terhadap harga sahamnya dengan pertumbuhan harga sahamnya lebih dari 20% per tahun.

Hadiah terbaik buat anak si buah hati

...Sayang Kepada Anak...
Kalau mau memberi hadiah untuk anak (misalnya ketika mereka ulang tahun) sebaiknya bukan gadget baru atau barang konsumtif lainnya, ada baiknya coba berikan hadiah yang berbeda yaitu saham sebagai investasi dan simpan sampai mereka kelak dewasa. Salam

Psikologi uang dan perilaku investasi

Menurut saya hal yang sulit dalam berinvestasi itu bukan aspek teknis dan cara menganalisa bisnis/perusahaannya, tetapi adalah aspek psikologi uang dan perilaku investasinya. Keduanya sangat dipengaruhi oleh level gaya hidup yang harus dipertahankan dan pandangan seseorang terhadap uang. Semakin sensitif seseorang terhadap uang (melihat sesuatu dan orang lain dari hartanya dan uang adalah "segalanya") maka akan semakin mudah diombang-ambingkan oleh pasar saham, dan sebaliknya bagi yang memandang uang sekedar pelengkap dan penunjang hidup, insyaallah akan lebih tenang, sabar dan rasional. Salam

Thursday, 2 April 2015

Berivestasi saham secara halal

Berbagi tips investasi syariah cara saya (menurut saya), cara-cara berinvestasi saham secara syariah paling tidak adalah sbb:
1. Lakukan dengan cara-cara syariah yaitu tidak spekulasi dan tebak harga, tetapi adalah untuk tujuan berinvestasi (sebenarnya dalam kata investasi itu sendiri mengandung makna jangka panjang).
2. Pilihlah bisnis/perusahaan yang syar'i, hindari perusahaan yang membuat, mendistribusikan dan swalayan yang menjual makanan/minuman yang haram/memabukkan, hindari perusahaan penerbangan yang di kelas bisnisnya menjual minuman yang memabukkan, hindari perusahaan yang membangun tempat-tempat syirik, hindari perusahaan yang menerapkan bunga tetap, hindari perusahaan yang memiliki unit financing yang belum syariah, hindari perusahaan yang melakukan pengrusakan alam secara berlebihan.
3. Pilih perusahaan yang halal dan bermanfaat untuk kebaikan orang banyak.
Catatan :
Secara feasibility, pilihlah sektor yang prospektif dan perusahaan terbaik dengan asset yang besar (misalnya minimal 40 T), dan belilah sahamnya ketika murah.
Salam

Halal dan Haram dalam jual beli, pinjam meminjam dan investasi saham

Jual Beli Syariah dan Investasi Syariah
Hasil penelitian seorang Mahasiswa S-3 dari UIN (Universitas Islam Negeri) dalam menyelesaikan disertasinya tentang transaksi jual beli pada suatu pasar buah tradisional di suatu kota cukup mengagetkan, bahwa sekitar 99% adalah tidak syariah (baca: tidak sah dan tidak hahal). Kenapa?, karena seperti yang kita tau bahwa dalam menjual suatu barang (termasuk buah-buahan), si penjual harus memberitahukan (men-disclose) apa-apa saja hal baik dan hal-hal buruk/kekurangan dari barang yang akan dijual kepada si pembeli yang kemudian keduabelah pihak merasa ridho/acceptable (tidak ada yang dikecewakan) sebelum transaksi dilakukan dan ini adalah syarat sah-nya suatu jual beli yang halal. Nah, di pasar buah tsb supaya dagangannya laku maka (mungkin dengan sengaja) buah yang kondisinya kurang baik "disembunyikan"di bagian bawah kemasan sedangkan yang dibagian atasnya adalah buah yang terlihat bagus-bagus saja. Begitulah suatu transaksi muamalah, sesuatu yang semestinya halal bisa menjadi haram.  Contoh kedua adalah tentang pinjam-meminjam, kalau dilakukan dengan bunga/riba tentu haram, namun kalau tanpa bunga (misalnya bagi hasil usaha) maka akan menjadi halal dan malah dapat pahala.
Sebagaimana proses jual beli di atas, begitu juga dengan pasar saham. Janganlah melakukan spekulasi dan tebak harga, namun sebaiknya adalah berinvestasilah dalam jangka panjang minimal 5 - 10 tahun, pelajari dulu apa yang akan dibeli dan tau kondisi bisnis/perusahaan yang akan dibeli (sahamnya). Saya jadi teringat dengan apa yang dikatakan Warren Buffett tentang investasi bahwa "bila anda membeli saham dan kemudian anda menjualnya kembali dalam waktu kurang dari 5 tahun, saya kawatir "you do not know what you are doing", dan mungkin anda bukan sedang beninvestasi"..
Salam dan maaf kalau ada yang salah dan kurang pas.
Saya juga masih sedang belajar dan terus belajar, masih belepotan, he..he..he..:-)
Hanya sekedar saling ingat-mengingatkan kepada hal yang baik dan semoga menjadi amal baik. Amin.
Tapi jangan lupa berinvestasi ya, mulai lah segera.