Showing posts with label Ngaji dan Investasi. Show all posts
Showing posts with label Ngaji dan Investasi. Show all posts

Monday, 27 April 2015

Tidak perlu sedih dan juga tidak perlu sombong

Salah satu pelajaran berharga dari berinvestasi saham adalah "ketika jatuh miskin (baca: harga saham lagi anjlok dan portofolio lagi jelek) tidak perlu terlalu bersedih, dan begitu juga sebaliknya, ketika lagi banyak duit (baca: harga saham lagi naik) juga tidak perlu sombong". Santai saja, karena dividen dibagikan terhadap per lembar saham, tidak pernah terhadap per harga saham. He..he..he... Salam

Thursday, 16 April 2015

Menghabiskan uang itu gampang

...Uang itu,  kalau mau dibelanjakan/dihabiskan mudah kok ya, sebentar juga habis...
Andaikan sahabat memiliki uang Rp 50-an milyar pun, kalau mau dibelanjakan "hanya" dapat 1 unit mobil (Lamborghini Veneno seharga Rp 51.3 milyar). Coba kalau di investasikan ke suatu perusahaan yang bagus, sahabat bisa mendapatkan dividennya saja sekitar Rp 1 - 1.5 milyar per tahun (tanpa menghitung pertumbuhan modalnya). Milih mana ya. (menghayal tingkat tinggi he..he..he..). Salam
Note:
Yang susah itu adalah menahan keinginan, menyimpan uangnya dan menginvestasikannya. Bagaimana pendapat sahabat.

Wednesday, 8 April 2015

Spekulasi dan rugi vs Investasi dan financial planning

Kalau saja investasi saham itu hanyalah masalah membeli/menjual  saham, tentu tidak akan menarik. Karena beberapa orang yang saya saksikan sendiri yang berspekulasi dan tebak-tebakan harga berakhir dengan rugi. Tetapi setelah saya mendapatkan sharing dari seorang sahabat saya, ternyata porsi utama dari ivestasi itu adalah tentang perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, psikologi uang (tidak  takut/fearfull dan tidak serakah/greedy tetapi adalah hati-hati) dan gaya hidup yaitu diantaranya : memilih hidup sederhana (zuhud), rasional (termasuk dalam melihat managementnya dan menganalisa nilai bisnis dari suatu perusahaan sehingga tidak asal beli), sabar menunggu dan memberikan waktu kepada perusahaannya untuk berkembang, rajin membaca dan mudah berbagi. Itulah hal yg menyenangkan dalam berinvestasi. Salam

Thursday, 2 April 2015

Halal dan Haram dalam jual beli, pinjam meminjam dan investasi saham

Jual Beli Syariah dan Investasi Syariah
Hasil penelitian seorang Mahasiswa S-3 dari UIN (Universitas Islam Negeri) dalam menyelesaikan disertasinya tentang transaksi jual beli pada suatu pasar buah tradisional di suatu kota cukup mengagetkan, bahwa sekitar 99% adalah tidak syariah (baca: tidak sah dan tidak hahal). Kenapa?, karena seperti yang kita tau bahwa dalam menjual suatu barang (termasuk buah-buahan), si penjual harus memberitahukan (men-disclose) apa-apa saja hal baik dan hal-hal buruk/kekurangan dari barang yang akan dijual kepada si pembeli yang kemudian keduabelah pihak merasa ridho/acceptable (tidak ada yang dikecewakan) sebelum transaksi dilakukan dan ini adalah syarat sah-nya suatu jual beli yang halal. Nah, di pasar buah tsb supaya dagangannya laku maka (mungkin dengan sengaja) buah yang kondisinya kurang baik "disembunyikan"di bagian bawah kemasan sedangkan yang dibagian atasnya adalah buah yang terlihat bagus-bagus saja. Begitulah suatu transaksi muamalah, sesuatu yang semestinya halal bisa menjadi haram.  Contoh kedua adalah tentang pinjam-meminjam, kalau dilakukan dengan bunga/riba tentu haram, namun kalau tanpa bunga (misalnya bagi hasil usaha) maka akan menjadi halal dan malah dapat pahala.
Sebagaimana proses jual beli di atas, begitu juga dengan pasar saham. Janganlah melakukan spekulasi dan tebak harga, namun sebaiknya adalah berinvestasilah dalam jangka panjang minimal 5 - 10 tahun, pelajari dulu apa yang akan dibeli dan tau kondisi bisnis/perusahaan yang akan dibeli (sahamnya). Saya jadi teringat dengan apa yang dikatakan Warren Buffett tentang investasi bahwa "bila anda membeli saham dan kemudian anda menjualnya kembali dalam waktu kurang dari 5 tahun, saya kawatir "you do not know what you are doing", dan mungkin anda bukan sedang beninvestasi"..
Salam dan maaf kalau ada yang salah dan kurang pas.
Saya juga masih sedang belajar dan terus belajar, masih belepotan, he..he..he..:-)
Hanya sekedar saling ingat-mengingatkan kepada hal yang baik dan semoga menjadi amal baik. Amin.
Tapi jangan lupa berinvestasi ya, mulai lah segera.

Tuesday, 24 March 2015

Management keuangan adalah ilmu pengetahuan dasar yang sesungguhnya

Menurut saya ilmu pengetahuan dasar itu bukanlah : matematika, fisika, kimia ataupun biologi, karena tidak semua orang dalam hidupnya selalu menggunakannya. Namun ilmu pengetahuan dasar yang sesungguhnya (setelah akhlaq budi pekerti) adalah ilmu bagaimana mengelola keuangan, baik secara pribadi atau pun keluarga, karena hampir semua orang memerlukannya dan menggunakannya. Tujuan dari management keuangan adalah bukan bagaimana supaya seseorang menjadi cepat kaya dengan segala cara dan terlebih-lebih kemudian ia egois untuk memenuhi keinginan dirinya sendiri. Tetapi adalah supaya halal dalam mendapatkannya dan bijak dalam menggunakannya : tidak boros, pandai berbagi dan pada akhirnya mampu menjadikan uang sekedar pendukung keperluan hidup bukan tujuan buta. Dan akan lebih baik lagi bila pada akhirnya seseorang tidaklah terlalu bergantung pada mencari uang yang sekeras-kerasnya hingga sampai lupa sama keluarga dan Tuhannya, he..he..he..:-) just as an idea.  Salam

Tuesday, 10 March 2015

Suka ngutang adalah jebakan hidup - hindari hutang

Suatu ironi : ...banyak orang yang mengira bahwa kemampuan finansial-nya adalah seberapa besar nilai kredit yang ia ajukan yang dapat disetujui oleh bank yang kemudian ia menyicil pelunasan dan bunganya. Salam

Wednesday, 4 March 2015

Hemat vs Pelit

Hemat itu berbeda dengan pelit, bedanya pun bukan beda tipis tetapi berbeda jauh.
Hemat adalah hanya memenuhi yang betul-betul menjadi kebutuhan, realistis dan mudah dipertanggungjawabkan. Tidak mengikuti keinginan/hawa nafsu yang hedonis, biaya hidupnya pun sedikit, sehingga ia tidak terlalu merepotkan dunia yang ditempatinya, dan pada akhirnya adalah mudah baginya untuk berbagi. Sedangkan pelit adalah kikir cap jahe, memiliki keinginan yang banyak yang harus terus dipenuhi. Orang yang pelit tentu sulit untuk berbagi karena ia perlu membiayai keinginan-keinginannya tsb supaya tetap bisa terjaga atau kalau bisa terus ditambah.
Catatan : Seorang investor itu adalah hemat dan mudah berbagi, bukan pelit.

Friday, 20 February 2015

Bacalah..! Belajarlah...!

Membaca dan belajar adalah perintah agama. Karena begitu pentingnya, sebagaimana ayat Allah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca/iqra' yaitu (dengan terjemahan bebasnya) sbb :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
1. Bacalah..!, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah..!, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
4. Yang mengajar manusia dengan "pena".
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Nah, selain buku-buku agama/ngaji kitab suci dan buku-buku tentang gizi/kesehatan, saya juga lagi menyenangi membaca buku-buku tentang investasi, management keuangan dan perilaku manusia berkenaan dengan uang dan harta.

Investor dan perang Uhud

SEORANG INVESTOR dan PERANG UHUD
...menurut Benjamin Graham dalam bukunya Intelligent Investor, "...permasalahan utama seorang investor - yang sekaligus adalah musuh terbesarnya - adalah mengendalikan dirinya sendiri ("hawa nafsu, emosi, greedy and fear"). Kesalahan bukan pada nasib anda, bukan pula pada saham yang anda pilih, melainkan ada pada diri anda sendiri..." begitu kata Graham.

Saya jadi teringat akan suatu kejadian di akhir perang Uhud sbb :
...lebih dari 3000 pasukan Quraisy berangkat dari Mekkah ke Madinah untuk menyerang kaum Muslimin, ini adalah perang kedua setelah sebelumnya kaum Quraisy berjumlah 1000 orang menyerang Madinah dalam perang Badr yang dimenangkan oleh kaum Muslimin hanya dengan 300 orang. Namun dalam perang Uhud kali ini, kaum Quraisy datang dengan 3 kali lipat jumlah sebelumnya dengan tujuan untuk menaklukkan kota kaum Muslimin yaitu Madinah. Dari kaum Muslimin hanya ada 1000 orang yang akan menghadapi mereka di depan bukit Uhud di pinggir kota Madinah. Dalam berkecamuknya perang, situasi perang lebih banyak dikuasai oleh kaum Quraisy. Setelah bertempur sengit namun dengan banyaknya korban yang berjatuhan akhirnya pihak kaum muslimin kalah dan Nabi Muhammad pun sempat terluka dan diisukan tewas sehingga kaum Quraisy merasa menang dan kembali ke Mekkah dengan bersorak sorai. Setelah situasi tenang, ..dengan begitu berat dan sengitnya pertempuran yang telah dihadapi yang secara fisik berakhir dengan kekalahan, kaum muslimin merasa perang kali ini sangat berat. Saat itulah Rasulullah Muhammad mengatakan bahwa "Wahai kaum muslimin, kita baru saja kembali dari suatu perang kecil dan menghadapi perang yang lebih besar.". Para sahabat bertanya heran, perang apakah itu ya Rasulullah, bukankan kali ini adalah perang yang sangat berat?. Kemudian Nabi Muhammad menjawab, perang yang lebih besar dan yang paling berat adalah melawan/menaklukkan hawa nafsu diri sendiri / masing-masing.

Catatan: Ternyata benar ya apa yang telah dikatakan Rasulullah pada 1433 tahun silam bahwa musuh utama manusia itu adalah hawa nafsunya sendiri. Termasuk dalam hal uang dan investasi. :-)
Salam

Berbuat baik adalah investasi

Sharing ngaji hari ini :
25. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan* bahwa untuk mereka disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu". Mereka telah diberi buah-buahan yang "serupa". Dan di sana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.

Catatan :
Hidup dan berbuat baik adalah investasi dan tentu akan mendapatkan "pengembalian serta dividennya" kelak dari Yang Maha Kuasa.
Salam.

Thursday, 19 February 2015

Kaya

Apa makna kaya bagi anda?

Sederhana

Pesan khotbah sholat Jum'ah siang ini :
Satu-satunya cara untuk menyeimbangkan hidup dalam "mengejar" dunia dan menyiapkan bekal untuk akherat adalah zuhud. Hidup sederhana dan kurangi keinginan*, "kosong di hati tapi tidak kosong di tangan (ikhtiar)", kalau datang tidak membuat kita sombong dan kalau pergi tidak membuat kita sedih. Tidak serakah dan juga tidak takut berlebihan.
Catatan :
*Salah satu prinsip investasi adalah penuhi keperluan (essential need) dan kurangi keinginan (want).

Dear Pak Yossy Andrew Girsang, mohon izin saya qoute postingannya. Salam

Thursday, 15 January 2015

Zuhud : Hidup sederhana dan kurangi keinginan.

Pesan khotbah sholat Jum'ah hari ini :
Satu-satunya cara untuk menyeimbangkan hidup dalam "mengejar" dunia dan menyiapkan bekal untuk akherat adalah zuhud. Hidup sederhana dan kurangi keinginan*, "kosong di hati tapi tidak kosong di tangan (ikhtiar)", kalau datang tidak membuat kita sombong dan kalau pergi tidak membuat kita sedih. Tidak serakah dan juga tidak takut berlebihan.
Catatan :
*Salah satu prinsip investasi adalah penuhi keperluan (need) dan kurangi keinginan (want).