Showing posts with label Hikmah Puasa. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Puasa. Show all posts

Friday, 24 July 2015

Menahan diri

Sharing tentang : .....seri introspeksi akan diri saya sendiri....

Katanya puasa adalah untuk latihan menahan diri, tidak boros, dan to remember the poor, latihan merasakan/mengingat yang miskin ("merasakan kesulitan hidup orang miskin") serta banyak berbagi. Akan tetapi kenapa kalau di bulan puasa kok malah lebih konsumtif dan banyak membelanjakan uang. Dimana letak latihan menahan dirinya ya? Dan kenapa juga kok malah menyiapkan makanan yang enak-enak dan lebih istimewa dari pada bulan-bulan sebelumnya, dimana letak latihan "merasakan/mengingat" penderitaan orang yang miskinnya? :-)
Kalau menyiapkan makanan untuk berbagi kepada orang lain sih, itu yang benar, he..he..he..
Salam

Menahan diri dan memperbanyak ibadah

Sharing ke-2 tentang : .....seri introspeksi akan diri saya sendiri....

Di bulan ramadhan kita dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah secara lebih banyak dan lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Terlebih-lebih pada 10 hari terakhir. Rasulullah mengencangkan ikat sarungnya (tambah lebih rajin dan lebih banyak beribadah), melipat tempat tidurnya dan "menjauhi" istri-istrinya, serta beriktikaf menghabiskan waktunya di Masjid, khususnya pada 10 hari terakhir tsb. Bisa dikatakan justru amal ibadah harus lebih dilipatgandakan intensitas/jumlah dan kualitasnya di periode akhir ramadhan tsb. Begitulah kira-kira yang diteladankan Rasululah SAW.
Nah,.. Bagaimana dengan kita :
- Di hari-hari terakhir ramadhan, sibuk dengan belanja?, beli tiket dan menghabiskan waktu di perjalanan mudik?
- Sibuk membeli baju baru dan barang-barang baru, (bukannya menahan diri tapi malah memuaskan keinginan).
- Sibuk dengan persiapan mudik, kemas-kemas barang (packing) dan menyiapkan oleh-oleh. Sampai-sampai bukannya amal ibadahnya semakin bertambah, eh malah semakin berkurang.

Sudahkah kita mencontoh apa yang diajarkan Rasulullah? Semakin akhir hari ramadhan, semakin banyak ibadah beliau (semakin menjauh dari "duniawi").
Salam

Rindu Ramadhan

Kalaupun bulan Ramadhan tahun ini bisa diperpanjang 1 atau 2 bulan lagi, belum tentu fisik maupun mental kita kuat untuk melaksanakan puasa lanjutan tsb tanpa henti, karena Allah SWT lah yang lebih tau akan kebutuhan manusia ciptaanNya. Namun tetap saja pada sebagian orang (yaitu orang-orang yang memahami manfaat dan nikmatnya Ramadhan) ada rasa rindu dan "sedih" akan ditinggalkan oleh bulan ramadhan tahun ini. Oleh karena itu semoga saja kita bisa bertemu kembali pada bulan Ramadhan yang akan datang. Amin.
Catatan:
Selain di bulan Ramadhan, walau kita tidak diperbolehkan berpuasa terus menerus (dari hari ke hari tanpa henti), namun kita masih bisa melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Daud dan lainnya.

Belum pernah mudik lebaran

Belum pernah mudik lebaran ke kampung halaman selama 24 tahun.

Sejak pertama kali saya merantau (bahasa kerennya hijrah :-)), saya belum pernah melakukan mudik lebaran ke kampung halaman tercinta  selama sudah lebih dari 24 tahun. Bukan karena saya tidak rindu sama kampung halaman beserta semua keluarga besar yang ada di sana, dan bukan pula karena dalam rangka berhemat, karena (saya bilang sama Allah SWT bahwa biaya tiket dan hotel selama perjalanan mudik saya kumpulkan dan saya gunakan  untuk berbagi kepada yang membutuhkan) akan tetapi adalah karena saya senang menikmati ramadhan dan lebaran dengan keluarga kecil kami seadanya.
Nah,..kalaupun saya mau liburan ke kampung halaman, biasannya saya lakukan ketika "low season", yaitu ketika harga tiket dan hotel lagi murah dan tidak ada event lain kecuali atas kedatangan kami ke kampung halaman, sehingga kami bisa enjoy keindahan alamnya, makanannya (rendangnya, satenya, ketupat sayurnya, kelapa mudanya, gulai kakapnya, lemangnya, palainya/pepes ikannya, dll he..he..he..) dan bersilaturrahmi dengan sanak keluarga.

Dan kami pun tidak pernah membeli baju baru dan sarung serta mukena untuk merayakan lebaran sudah sejak 24 tahun tsb (termasuk bagi kedua anak-anak kami sejak mereka lahir 17 tahun yang lalu), namun cukup menggunakan baju terbaik yang sudah ada walau tidak baru. Nah, rahasianya adalah kami membeli baju ketika suasana lebaran sudah usai (biasanya 5 hari setelah lebaran) dimana toko-toko pakaian lagi mendiskon besar jualannya (dari pada mereka harus mengeluarkan biaya return/pengembalian barang, biaya transportasi dan biaya penyimpanan stock pakaian mereka yang masih ada), biasanya bisa diskon sampai lebih dari 70%, kami membelinya untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan, sehingga kami belanjanya tidak setiap tahun. Demikian sedikit berbagi tips.
Salam

Turut Prihatin

Turut Prihatin akan 2 hal.
1.- Beberapa hari menjelang lebaran harga kebutuhan pokok pada naik terutama daging dan ayam. Solusinya menurut saya adalah ya nggak usah beli daging dan ayam, kalau mau beli bisa lain waktu dan tunggu sampai murah. Sedangkan untuk merayakan hari kemenangan idul fitri bisa dengan makanan lainnya yang juga bergizi dan sehat.
2.- Karena perjalanan mudik mau lebaran, sampai denga hari ini H-3 sudah sekitar 205 orang yang meninggal karena kecelakaan (saya turut berduka dan prihatin). Namun dikemudian waktu salah satu solusinya menurut saya adalah berlebaran tidak harus mudik, cukup dilakukan di tempat masing-masing. Dan kalau mau bersilaturrahim dan bermaaf-maafan dengan keluarga besar di kampung halaman bisa dilakukan di lain waktu yang lebih senggang dan sesuai situasi.
Salam

Baju Lebaran

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. Allahuakbar walillahilham.
- Seperti biasanya kami tidak memiliki baju baru dalam merayakan lebaran.
- Namun cukup menggunakan baju terbaik yang kami punya.
- Baju lebaran saya kembali dikeluarkan dari dalam lemari.
- Baju lebaran ini sudah saya pakai sejak 5 tahun yang lalu dan kondisinya masih baik.
- Harganya relatif tidak mahal karena berbahan dasar kain putih seperti kain kafan, namun cukup nyaman untuk dikenakan.
Salam dan mohon maaf lahir dan bathin.

Thursday, 16 July 2015

To Remember The Poor

Salah satu hikmah berpuasa adalah "to remember the poor", untuk mengingat orang miskin. Nah,.. Idealnya selama bulan ramadhan harusnya kita juga "memiskinkan" persediaan makanan di rumah kita sehingga kita bisa merasakan dan timbul rasa simpati kepada mereka yang kurang mampu dan kita menjadi mudah untuk berbagi.
Just as an idea, bagaimana menurut pendapat sahabat?.
Salam